Tentang Desa Katung

Desa Katung adalah salah satu dari 48 desa di Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Provinsi Bali yang terletak di sebelah utara Kabupaten Bangli dengan jarak 30 km dari kota kabupaten, dan 10 km dari kantor kecamatan. Desa Katung mempunyai batas – batas wilayah sebagai berikut :

  • Disebelah utara             : Desa Bayung Gede
  • Disebelah selatan          : Desa Banua
  • Sebelah barat                : Desa Mangguh
  • Sebelah timur                : Desa Abuan.

Desa Katung memiliki luas 280 Ha, berpenduduk sekitar 1543 jiwa, 357 kk dan 90% bermata pencaharian sebagai petani.

Secara umum lahan di Desa Katung, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli  adalah lahan kering, dengan jenis tanah Regosol vulkan dimana mempunyai struktur tanah lempung berpasir. Ketinggiannya antara 700-900 meter dpl. Rata-rata curah hujan 1324,24 mm/tahun.

Sumber air utama di Desa Katung adalah air hujan dan sebagian kecil yang berasal dari air tanah.

Petani di Desa Katung, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli ini membudidayakan tanaman pangan/palawija (padi gogo, jagung, ubi jalar, ubi kayu, talas), tanaman hortikultura (jeruk, kubis, sawi putih, tomat, cabai besar, cabai kecil, buncis, pisang), tanaman hutan (albesia, mahoni, bamboo)serta ternak (sapi, ayam buras, ayam ras, babi) dan perikanan  (ikan lele)

Lokasi dan Peta Desa Katung

Ulu Apad Dedeha


1. Kelihan Deha Duuran
Pepesuan
Tugas
Ni Wayan Riantini
Detruna/Dedeha
Perempuan

2. Kelihan Deha Alitan
Pepesuan
Tugas
Ni Wayan Darmeyanti
Detruna/Dedeha
Perempuan

3. Sinoman Deha Duuran
Pepesuan
Tugas
NI Nyoman Purniasih
Detruna/Dedeha
Perempuan

4. Sinoman Deha Alitan
Pepesuan
Tugas
Ni Putu Anitya Purwasih
Detruna/Dedeha
Perempuan

5. Deha



« Kembali
Ulu Apad Desa

Organisasi tetap untuk melaksanakan upacara adat khusus dibidang bebantenan mulai dari olahan, tetandingan, sampai pelaksanaan upacara.

Sistem ulu apad ini sudah turun temurun diterapkan di desa katung, sistem ini biasanya dijalankan di desa-desa bali kuna.

Sistem pembagian tugas akan dijalankan sesuai dengan urutan dimana urutan tersebut akan mengikuti waktu krama tersebut masuk kedalam ulu  apad, apabila penuku dari warga yang ada dalam system ulu apad sudah menikah maka warga tersebut akan jada (selesai mengikuti ulu apad) dan kemudian digantikan oleh salah satu anaknya (biasanya oleh penukunya).

Silsilah Keluarga

Keluarga berasal dari Bahasa Sansekerta : ("kulawarga"; yaitu "kula" yang berarti "ras" dan "warga" yang berarti "anggota") adalah lingkungan yang terdapat beberapa orang yang masih memiliki hubungan darah. Di dalam keluarga terdapat dua atau lebih dari dua pribadi yang tergabung karena hubungan darah , hubungan perkawinan atau pengangkatan.

Pada Website Desa Pakraman Katung ini bisa diperoleh informasi-informasi terkait hubungan kekerabatan dari warga desa baik hubungan kekerabatan vertikal maupun horizontal.

susunan silsilah keluarga di bali

Gambar hubungan kekerabatan Horizontal & Vertikal

Gambar diatas menujukkan bahwa pada website ini warga desa bisa melihat hubungan kekerabatan secara vertikal sejauh 7 turunan ketaas dan 7 turunan kebawah. Demikian juga warga desa bisa melihat hubungan kekerabatan secara horizontal sejauh 6 Keturunan. Beberapa istilah terkait sistem kekerabatan pada gambar diatas mungkin tidak sama dengan istilah yang digunakan di sumber,buku ataupun tempat lainnya. Demikian juga Karena keterbatasan sumber kami masih menggunakan istilah keturunan ke-3, keturunan ke-4,keturunan ke-5,keturunan ke-6, keturunan ke-7.

Untuk hubungan kekerabatan vertikal hampir semua orang pasti familiar, hanya mungkin terdapat perbedaan istilah untuk masing-masing tingkatan. Namun untuk hubungan kekerabatan yang bersifat Horizontal perlu sedikit dijelaskan yaitu sebagai berikut :

  1. Tugelan adalah istilah untuk saudara kandung (Bapak dan Ibu sama)
  2. Misan (Ming pisan) adalah istilah untuk saudara yang masih memiliki hubungan darah pada tingkat Bapak/Ibu (Kakek/Nenek sama)
  3. Mindon (Ming Pindo) adalah istilah untuk saudara yang masih memiliki hubungan darah pada tingkat Kakek/Nenek (Kumpi sama)
  4. Mingtelu adalah istilah untuk saudara yang masih memiliki hubungan darah pada tingkat Kumpi (Buyut sama)
  5. Mingpat adalah istilah untuk saudara yang masih memiliki hubungan darah pada tingkat Buyut (Kelab sama)
  6. Minglima adalah istilah untuk saudara yang masih memiliki hubungan darah pada tingkat Kelab (Klambyung sama)
Ketua LPM
I Nengah Tisna, SE